Electric Weekend Goes to Bromo (Part2)

Ok! Ini lah petualangan EW ke Bromo berikutnya. Langsung ajah ya…

Singgah di Ireng-Ireng

Memasuki hutan belantara, udara semakin terasa dingin. Apalagi aku gak pke jaket. Seger banget udaranya…luar biasa! Semuanya ijo…ijo..dan ijo…damai banget pokoknya. Si merah Land Cruizer membawa kita memasuki Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru, hutan yang masih asli dengan pohon-pohon yang besar di sepanjang jalan. Di hutan ini banyak spesies yang dilindungi, termasuk Cenggeret kayaknya,hehe. Ada harimaunya loh…ati-ati makanya! Di hutan ini juga ada spesies bernama Lutung. Monyet kecil berambut hitam yang banyak bergelantungan di pohon. Di TN-BTS, jumlah lutung tinggal 42 ekor saja. Makanya, mereka harus kita jaga & lindungi byar gak punah. Beruntung banget, di tengah perjalanan, aku bisa ngelihat langsung si lutung yang lagi nongkrong di pohon. Itu juga dikasih tahu sama cak Karyo. Seolah takjub, ku terpana melihat sang lutung….whoaaaa…..(katrok bgt kyak gk pernah liat monyet!!). Kabut tipis mulai terlihat, menambah seru petualangan ini.

Hingga akhirnya, sampailah kita di tempat bernama ”ireng-ireng”. Mungkin nama ireng-ireng diambil dari tanah di kawasan itu yang berwarna hitam. Ada sungai kecil dengan air yang duingin banget. Biasanya para pendaki selalu mampir ditempat ini untuk ngambil air sungai buat persediaan. Aku pun mencuci muka di sungai kecil itu. Berrrrrrr!!!!!!…sueger banget bo!! Coba klo boleh mandi,hehehe. Dan seperti biasa, fotogenic keempat saudariku kambuh. Jeprat-jepret pun tak terhindarkan. Hendra jadi korbanon deh. Secara dia yang bawa kamera ”beneran”.

Singgah di Ireg-Ireng

Sueger cuci muka

Maenan aer nih..

Fotogenic! ^_^

Perjalanan dilanjutkan. Memasuki pohon bambu dengan medan terjal menanjak. Tiba-tiba mesin si merah LC mati. Mobil pun berjalan mundur kebelakang (Yaiyalah…mana ada mundur kedepan:p). Sempat panik! Namun dengan ketenangannya, cak Slamet berhasil mengatasi kepanikan kami. LC berhenti dgn selamat. Wah ada apa ini?? Ada apa ini?? Kita semuwa turun. Kayaknya ada yg ngambek mogok nih. Ternyata benar, si merah LC minta minum. Selang bensinnya tersendat. Pantesan LC mogok. Di sela kesibukan kita para cowok mengatasi kemogokan ini, para ibu-ibu malah sibuk jeprat-jepret sambil makan roti. Hhhmmmm…bagus ya!! Awas kalian…!!

si merah LC mogok!!

Akhirnya selesai juga. Si merah LC udah seger lagi. Mesin mobil kembali mengaum siap kembali melanjutkan perjalanan. Oh iya, hati-hati, di pohon bambu ini banyak ular cobra-nya loh…yang emang sengaja di sebar. Waduh, jangan-jangan ada Annaconda juga,hehe. Lebay, kbanyakan nonton pilm nih.

Ranupane

Setelah menempuh sekitar 2 jam perjalanan, sampailah kita di Ranupane. Desa terakhir untuk menuju puncak Mahameru. Ranupane terletak di ketinggian 2.200 dpl. Kebayang kan gimana duinginnya. Ranupane menjadi tempat pengecekan ulang data para pendaki dan juga terminal pemberangkatan dan kepulangan. Klo mau ke Bromo, tracking masih bisa dilanjutkan dengan mobil.

Di Ranupani, terdapat danau yang indah banget dan jernih. Ku lihat banyak orang yang sedang memancing di pinggiran danau. Hendra bilang, orang-orang luar jarang yang dapet ikan klo mancing di danau. Kenapa ya? Belom pada kenalan kali…hehe. Tiba-tiba hujan turun. Cak Karyo sibuk membuka terpal buat nutupin tas-tas kita diatas Land Cruizer. Sekalian membuat ”payon” biar kita gak kehujanan klo tiba-tiba turun hujan di perjalanan nanti. Dinginnya suasana membuatku pengen buang air kecil. Gak usah khawatir, di Ranupani ada toiletnya kok. Yang jagain toiletnya adek kecil bernama Dewi, kelas 2 SD. Berhubung yang dibuka cuman 1 kamar, jadi kita musti ngantri. Air bak mandinya duingin abizz….udah kayak air kulkas!

Ranupani

Hujan masih deras. Ditemani keempat saudariku, aku berteduh. Hujan bikin suasana jadi romantis. Halah! Ngomong opo iki… Untung ada terpal, kita berlima menggunakan terpal buat payungan menuju posko. Dibawah air hujan, menjadi momen terindah buatku bersama mereka. It’s nice sisters!! Makasih banget buat Hendra yang t’lah mengabadikannya. Maturnuwun pak!

beautiful moment for EW

Hujan mulai reda meskipun masih gerimis. Kita putuskan untuk melanjutkan perjalanan, biar gak kemaleman nyampe Bromo. Si Merah LC membawa kita memasuki desa terakhir Ranupane sebelum meninggalkannya.

Padang Rumput Bukit Teletubbies

Petualangan semakin seru menelusuri perbukitan. Semakin menanjak, menyusuri jalan dipinggiran bukit. Kita terpana ketika sampai di sebuah tempat yang terpondasi rapi. Dari tempat itu, kita bisa melihat kaldera terbesar yang dulunya adalah gunung Tengger, gunung tertinggi di tanah jawa sebelum meletus menghasilkan kaldera terluas yang ada di jawa. Kaldera yang berubah menjadi hamparan rumput bak karpet raksasa maha karya sang Pencipta. Subhanallah luar biasa!! Terlihat jalur jalan yang nantinya akan kita lewati di padang rumput itu. Meliuk-liuk terlihat jelas seperti ular. Bukit-bukit hijau seperti bukit teletubbiesnya Tingki Wingki, Dipsi, Lala, dan Pooh. Oh iya, disini kan ada teletubbies juga. Pas banget, kalian berempat! Dalu jadi Tingki Wingki, Uli jadi Dipsi aj ya, klo Keny jadi Lalanya. Tika mah yang jadi Pooh, kan Tika yang paling kecil, eh paling muda maksudnya,hehe.

kaldera tengger

EW

Setelah sesi photo-photo berakhir, perjalanan kembali dilanjutkan. Kini kita harus menyusuri jalan menurun menuju lembah kaldera. Makin seru karena jalannya yang curam berkelok-kelok. Ku nikmati pemandangan bukit hijau di sepanjang kiriku. Ku rekam setiap sudut ruang sepanjang mataku memandang. Takkan pernah ku hapus dari memory di kepalaku. Ku rekam terus..dan kurekam… Hingga sampailah kita di padang rumput luas yang luar biasa indahnya. Hamparan karpet hijau dengan bunga-bunga viola. Si merah LC berhenti. Kita diberi kesempatan oleh cak Slamet untuk menikmati keindahan alam yang luar biasa. Alam ini…membuatku sadar betapa manusia begitu kecil. Kecil sekali dan tak pantas sedikit pun untuk bersombong. Dari lembah, kita bisa melihat tempat persinggahan kita tadi ditas bukit. Padang rumput hijau ini cocok banget buat lattar film Lord of The Rings berikutnya. Aku pun berfantasi. Ku bayangkan Gandalf sang penyihir mengendarai kuda putih berlari kencang menyusuri padang rumput. Sebelum akhirnya fantasiku buyar ketika blitz kamera Hendra menjepret mukaku.

padang rumput kaldera

EW bersama alam

Lautan Pasir Berbisik

Puas berfoto-foto ria, adventure dilanjutkan. Dan kini kita diajak untuk menyusuri lautan pasir di Bromo. Memasuki jalan berpasir terjal, seolah kita sedang ber-offroad ria. Si merah Land Cruizer begitu gagahnya melewati rintangan berkelok. Bergunjang. Berpegangan erat sambil berdiri. Whoaaa…aku pun takjub ketika menelusuri padang pasir yang begitu luas. Dan aku pun teringat dengan film Pasir Berbisik. Ya, disinilah latar film itu. Woww…seru banget. Keren! Aku terus berdiri dan tetap berdiri, terdiam sejenak. Lensa mata ini, memandang jauh, merekam kembali setiap sudut yang terlihat. Ku simpan dalam-dalam agar aku takkan pernah melupakannya. Debu pasir yang tebal di belakang jeep, menambah serunya perjalanan ini.

*Nantikan perjalanan seru kami selanjutnya…to be continue… (part 3 cooming soon)

11 responses to this post.

  1. Posted by kartikarahmawati on January 19, 2009 at 2:29 AM

    keren banget tu..
    foto favorit pas barengan d bawah mantel..
    hmmm seru.. lucu.. jadi bener2 pingin kumpul lagi..

    Reply

  2. Posted by angraeniputri on January 19, 2009 at 1:14 PM

    kaldera apa nan?hehehe

    Miss u all
    muach muach

    Reply

    • Posted by nuradinugroho on January 19, 2009 at 4:42 PM

      Klo gk slah, kaldera ntu lembah ato kawah besar bekas letusan gunung bu…bnr gak ya?? jgn2 cuman fantasiq aja..hehehe

      Reply

  3. Posted by wulanekadalu on January 20, 2009 at 1:09 AM

    hm…bagus2..tulisannya lumayan..
    teruskan menulis sampe menemukan gaya tulisanmu sendiri bro..

    btw masalah per-teletubbies-an, ok gpp kita ber4 jd teletubbies tapi nan jadi penyedot debu yang biasanya dirumah teletubbies ya, biar lengkap :p

    next journey=semarang<– kan aku udah ;))

    Reply

  4. Posted by wulanekadalu on January 20, 2009 at 1:09 AM

    satu lagi,,nyalain dong lampunya, gelap2an dirumah ga takut…hiiiii

    Reply

  5. ini khusus TE02 yah jalan2nya di??
    padahal mau banget ikut

    Reply

  6. Posted by chee.fhung on April 15, 2009 at 11:43 PM

    cweq ngapaen k hutan..barengan cwOk gih..ga atkut d GI2t nyamULk…….

    Reply

  7. Posted by nuradinugroho on April 16, 2009 at 2:43 AM

    @chee.fhung: mereka kan cewek2 tangguh….^_^, adventure…..mau ikut?????? :))

    Reply

  8. Posted by Echi on May 30, 2009 at 4:01 PM

    Subhanallah,,,padang rumput nan luas ,mengajakku seolah berlari menikmati semilir angin yang menyejukkan membelai ragaku…
    Hamparan hijau yang terbentang melagukan indahnya kehidupan,,rerumputan yang ada seolah mengajakku tertawa bersama mensyukuri segala nikmat yang diberi-Nya…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: