Cinta Yang Sempurna

Alhamdulillah…sampai juga dikostan”, gumamku dalam hati. Ku rasakan lelah yang begitu sangat di badanku. Segelas air putih membasahi kerongkonganku, menetralisir rasa haus dan penat di otakku. Ku tarik nafas panjang sebelum akhirnya ku berdesah, “Hhuuuhhh…..lelah sekali hari ini”.
Segera ku ambil air wudhu. Aku belum shalat isya. Sementara detik demi detik jam dinding di kamar tiada lelahnya selalu mengingatkanku, kalau sekarang sudah jam 8 lebih 5 menit. Ku gelar sajadah coklat bermotif Makkah, arah kiblat di setiap shalat. Ku angkat kedua tangan sedikit diatas bahuku. Dan akhirnya, ku mulai pertemuanku denganNya. “ Allahu akbar”…
………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh…ku ucapkan salam, akhir perjalananku denganNya. Masih dalam lelah yang sangat, ku pejamkan mata, ku mohon begitu banyak hal dalam doa, begitu banyak permintaan kepadaNya. Ya, karena hanya kepadaMu-lah tempatku memohon dan menggantungkan semua harapanku. Amin…akhir pertemuanku denganNya.
Ku beranjak mengambil laptop dalam tas, teman kerjaku selama ini. Nyala hijau tombol power menandakan temanku sedang terbangun dari tidurnya. Ku tunggu loading selesai hingga ia benar-benar siap berbincang dan bercengkerama kembali dengan sahabatnya. Ku dengarkan satu lagu, menemani usahaku menghilangkan rasa lelah ini.

Detik waktu terus berjalan berhias gelap dan terang
Suka dan duka, tangis dan tawa tergores bagai lukisan

Seribu mimpi berjuta sepi hadir bagai teman sejati
Diantara lelahnya jiwa dalam resah dan air mata
Kupersembahkan kepadaMu yang terindah dalam hidupku

Meski ku rapuh dalam langkah kadang tak setia kepadaMu
Namun cinta dalam jiwa hanyalah padaMu
Maafkanlah bila hati tak sempurna mencintaiMu
Dalam dada kuharap hanya diriMu yang bertahta

Detik waktu terus berlalu semua berakhir padaMu….

[Rapuh by Opick]

Trenyuh hatiku mendengarnya. Otakku mengirimkan sinyal tuk kembali mengingatNya. “ Maafkanlah aku…yang begitu rapuh…Sungguh, aku ingin mencintaiMu dengan sangat…Namun sering aku tak setia. Aku sering lupa dan justru menjauh dariMu. Maafkanlah diriku yang tak sempurna mencintaiMu…”. Aku begitu lelah. Lelah dengan duniaku, yang tlah mencuri perhatianku dari Mu. Sebutir kristal bening mulai menetes, terjun bebas dari balik mata.

4879952-lg

Ku sadari betapa rapuhnya diriku. Kadang ku tak setia. Namun sebaliknya, Kau selalu setia mengingatkanku, mendengarkan keluh-kesahku, mengabulkan banyak pintaku. “Ya Rabbi…maafkanlah aku, yang hanya bisa mempersembahkan air mata kepadaMu. Maafkan aku ya Rabb…maafkanlah aku…”.

Ku ingat satu pesan RasulMu kepadaku. “Demi Allah yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain-Nya, sesungguhnya ada seseorang diantara kalian yang senantiasa beramal dengan amalan surga, hingga jarak antara keduanya tinggal sehasta, namun ketetapan Allah mendahuluinya, lalu ia melakukan amalan penghuni neraka hingga ia masuklah ke dalamnya, dan sesungguhnya ada seorang di antara kalian yang senantiasa beramal dengan amalan penghuni neraka, hingga jarak antara keduanya tinggal sehasta, namun ketetapan Allah mendahuluinya, lalu ia melakukan amalan penghuni surga, hingga ia masuk ke dalamnya”.
Aku takut…aku begitu takut….sangat takut ketika aku kembali terjatuh…kembali lupa dan tak setia kepadaMu. “Sungguh, maafkanlah aku ya Rabb….aku mohon, berikanlah kesetiaan dalam cintaku”. Aku takut ketetapanMu datang kepadaku dikala aku sedang jatuh dalam kefanaan dunia. Dalam lelahnya jiwa, hanya bisa ku persembahkan air mata, yang terindah ku punya untukMu. Ku selalu berharap, hanya ada namaMu yang kan bertahta dalam dadaku. Ku persembahkan cinta dalam jiwa hanya untukMu.

Bukankah RasulMu tlah mengingatkanku akan arti cinta. Ketika beliau bersabda bahwa agama itu adalah ketulusan. Ketulusan untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan umat pada umumnya. Yaa…mungkin disitulah kembali hatiku dipertanyakan. “Apakah aku sudah benar-benar tulus dan ikhas mencintaiMu….?”

Meski ku rapuh dalam langkah kadang tak setia kepadaMu
Namun cinta dalam jiwa hanyalah padaMu
Maafkanlah bila hati tak sempurna mencintaiMu
Dalam dada kuharap hanya diriMu yang bertahta

Semakin deras butir-butir bening mengalir membasahi pipi setiap kali ku dengar potongan lagu itu. “ Maafkanlah aku…maafkanlah…, aku mohon dengan sangat, maafkanlah aku ya Rabb….”

Lelah. Begitu pula dengan mata ini yang meminta haknya tuk beristirahat. Ku baringkan tubuh ini diatas ranjang hijau yang membujur dari utara ke selatan. “Ya Rabbi, Engkaulah yang mematikan dan menghidupkan setiap hambaMu. Jikalau memang ketetapan bagiku datang setelah terpejamnya mata ini, aku mohon maafkanlah aku yang tak sempurna mencintaiMu…terimakaasih untuk cinta yang selalu Kau berikan untukku. Sungguh aku ingin menghadapMu dalam kesetiaan cinta ini…”

-nan-

5 responses to this post.

  1. Posted by Echi on May 30, 2009 at 4:12 PM

    Oh,,,telah lama ku Tinggalkan Tuhan, pemilik kebahagiaan dan ketenangan. Entah sudah berapa lama, lidah ini telah lupa menyebut asma-Nya. Rasa ini membuncah dalam guyuran air mata. ada hasrat ingin kembali pada-Nya. Mengadukan segala keluh kesah. Tapi aku amat nista,malu rasanya…..

    Reply

  2. Posted by maulsyahidah on June 10, 2010 at 3:08 PM

    apik, gan! lanjut….!!!
    kunjungi blog ku juga ya
    maulsyahidah.wordpress.com

    syukron

    Reply

    • Posted by nuradinugroho on June 11, 2010 at 12:18 AM

      Siap gan! wah Lina bumen’ers rupanya ^^. Mampir2 ke rumah deh… Request registered list link ya…:), jadi gk susah2 nyari aamat rumah klo maw mampir….:)

      Reply

  3. nice…
    🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: