Electric Weekend Goes to Bromo: “End but not The End”

Saatnya tuk kembali pulang

Selesai packing semua perlengkapan, kita pun beranjak pulang. Meninggalkan Bromo dengan sejuta kenangan yang takkan pernah terlupakan. Dinginnya udara segar Bromo. Malam tahun baru. Camping. Makan malem rame-rame. Bintang-bintang. Ngaji bareng. Hujan-hujanan di Ranu Pane (nice moment). Suara cenggeret. Mas Karyo. Cak Slamet. Hendra Tupay. Kebersamaan & kebahagiaanku bersama kalian, Electric Weekend. Thank you Alloh…

persiapan pulang

Kembali menyusuri padang pasir sepanjang kaldera Bromo. Si Merah LC membawa kita pulang. Debu pasir tampak tebal dibelakang jeep di pagi yang cukup terik. Bertemu rombongan yang baru datang. Saling sapa, seolah pernah berjumpa sebelumnya. Begitulah seharusnya manusia hidup. Kembali melewati padang rumput bukit Teletabbies. Wah ada yg lagi photo-photo. Gaun putih-putih. Hhhmmmm…lg pre-wedding rupanya…. Wah, seru juga. Inspiring buat prewed juga di Bromo…hihihihi.

pre-wedding

Sampai di Ranu Pane, kita mampir ke danau. Menikmati suasananya lebih dekat. Dan tak lupa dengan foto-foto pastinya. Namanya juga fotogenic. Gak bisa diem liat tempat yang bagusan dikit. Apalagi Ranu Pane yang indah banget.

ranu pane1

ranu pane2

Puas dengan foto-fotonya, perjalanan kembali dilanjutkan. Kita musti segera tiba di Senduro. Sore ini harus segera ke Surabaya. Menyusuri hutan TN-BTS. Semua tampak begitu lelah. Hingga ketiduran di mobil. Namu lelah ini takkan ada artinya dibandingkan kebahagiaan yang kita rasakan.

Pulang ke Surabaya

Akhirnya, sampai juga di Lumajang, rumah Dalu. Huffff…..capeknya. Semua perabotan dibongkar, diturunkan. Dan waktunya buat istirahat…Sambil istirahat melepas lelah, kita transfer foto-fotonya dulu dong… Ko laper ya..hehe. Wah, ternyata udah disiapin makan siangnya sama ibu…hihihi. Ngerepotin lagi deh…..*maturnuwun sanget pak,bu….maaf merepotkan *. Semua lahap menyantap makan siang masing-masing. Hhhmmmm…enaknya, nyamm nyamm…. Selesai makan, Hendra, ms Karyo & cak Slamet pun berpamitan. Bersalaman dan berharap ini bukan pertemuan yang terakhir. End but not the end. Semoga Agustus nanti kita ketemu lagi ya cak! Selesai makan, kita pun mandi dan bersiap-siap untuk menuju Surabaya kembali.

Semua sudah siap. Kita pun harus berpamitan sama Ibu, Bapak, dan ms Bin. Karena disetiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Dan itulah saat terberat dari sebuah perjumpaan. Mewakili temen2 (hihihi, critanya), maturnuwun sanget nggeh bu..pak…udah banyak merepotkan slama main ke rumah. (Dalu makasih ya..he). Setelah berpamitan, kita diantar pak Gendut ke terminal. Naek bus ke Surabaya.

Waktunya tuk berpisah

Setelah menempuh waktu sekitar 4 jam, sampailah kita di terminal Bungurasih Surabaya. Langsung mencari bus ke arah Semarang dan Jakarta. Secara aku sama Uli belum beli tiket untuk pulang. Sementara Keny sama Tika udah mesen tiket kereta jauh hari. Ternyata bus ke Jakarta udah mau habis. Waduh, gimana ni? Padahal besok udah harus masuk kerja. Musti berangkat malam ini juga. Ada satu bus yang nawarin ke Jakarta. Tapi ternyata tiketnya muahal bo’ utk ukuran bus 2-3. Mulai panik nyari-nyari bus. Coba telpon koordinator dan LM, izin kalau besok datang telat ke kantor. Ternyata malah diizinin kalo mang mau cuti,hehe. Sementara bus ke Semarang udah dapet. Hingga saatnya pun tiba. Berat banget rasanya. Kita harus berpisah. Uli pun berangkat ke Semarang. *Saat Terakhir-nya ST12 pun mengalun di otakq setiap kali pisah sama mereka (lebay..hehe)*. ”Daaa..Uli…becareful sister…c u again…”.

Gambling ke Bandara

Petualangan kita belum berakhir. Kita putuskan untuk gambling ke bandara. Toh udah dapet izin buat gak masuk kerja. Naek Damri yang emang jurusan terminal-bandara. Malam itu, aku berkesempatan untuk berkeliling Surabaya lebih lama. Asyikkk…jalan-jalanku blom berakhir. Dan ini akan menjadi kali pertamaku ke bandara Juanda, Surabaya,hehe. Menikmati malam melihat lampu-lampu kota disepanjang jalan. Sampai bandara langsung menuju papan informasi. Dan alhamdulillah…ada jadwal pesawat ke jakarta besok jm 6 pagi. Garuda Citilink 400 ribu. Tanpa pikir2 lagi, ya udah deh…ambil aja. Lumayan kan….dan jarang2 pulang naek pesawat,hehehe. Gak sia-sia kita gambling… Dan kita pun ngemper sejenak di bandara ngilangin rasa lelah.

juanda

Kuliner iwak Pe

iwak peNgomong-ngomong ko laper ya…Dalu ngajak kita buat kuliner iwak Pe. Iwak Pe itu ikan Tuna yang disajikan pake sambel yang puedese pol-polan gak karuan. Sampe di TKP, ternyata warungnya belum buka. Jadi iwak Pe itu bukanya mulai jam setengah sepuluh malem. Katanya sih rame. Dan ternyata memang bener. Belum buka aja udah ada yang ngantri nongkrong nunggui warungnya buka. Aku pun ikutan ngantri mesen 4 porsi buat makan malam kita. Dan menjelang detik-detik pembukaan warung, ternyata semakin ramai. Masya Alloh…..baru kali ini liat warung yang pembelinya sampe ngantri kayak antian BLT ajah..hehehe. Ikan Tuna yang disajikan dengan sambal, telor dadar plus gorengan dengan nasi hangat. Maknyuss deh pokoknya. Cuman ati-ati ya buat yang gak suka pedes..sambelnya edan tenan rek!! Ngalahin pedesnya warung padang. Gap-gapan deh pokoknya,hahaha. Selesai makan, kita lanjutkan perjalanan. Dan malam ini aku bakal tidur di tempat temennya Dalu. Namanya Oktaf. Numpang semalem,hehe. Makasih banyak yo buat Oktaf atas tumpangannya….gak jadi ngemper di mesjid deh..hihihi. Sebelum ketempat Oktaf, aku pun berpamitan dengan ketiga saudariku. *Saat Terakhirku kembali mengalun…’..satu jam saja ku telah bisa…’ hehehe, lebay kumat*. Keny berangkat besok pagi naik kereta ke Bandung. Sementara Tika menyusul lusa ke Jakarta. ”Bye..bye..sisters…c u again..together in the next journey ”.

Tragedi Taksi Ber-Oli

Sampai kost Oktaf, aku terus mandi dan shalat. Berbincang-bincang ngobrolin seputar kerjaan sebelum akhirnya tertidur pulas. Tak lupa memesan taksi untuk esok pagi ke bandara.

Alarm pun berbunyi. Tandanya sudah jam 4 pagi. Saatnya untuk berangkat. Taksi pun sudah standby di depan kostan. Aku pun pamit sama Oktaf. Terimakasih banyak bro atas tumpangannya. Suatu sat gantian mampir ya kalo maen ke Jakarta. Taksi pun meluncur menuju bandara di tengah dinginnya pagi kota Surabaya.

Awalnya semua berjalan baik. Taksi melaju kencang. Sesekali melakukan manuver menghindari motor di depan. Hingga saat kita turun dari fly over. Semua terjadi begitu cepat. ”Pak awas trotoar!!!!!” seruku. Namun sudah terlambat. ” Braakkkkkk!!!!!!” Dan taksipun naik ke trotoar pembatas jalan. Taksi persis diatas pembatas di tengah jalan. Kedua roda berputar pelan menggantung. Oli bocor bercucuran ke aspal. Radiator pecah. ”Astagfirulloh hal’adzim….Maaf dek, bapak ngantuk. Belum tidur semalem”. ”Iya pak…gak pa pa…”Beberapa warga datang menolong. Mencoba mengangkat taksi keluar trotoar. Namun terlalu berat. Harus diderek. Untunglah ada taksi yang kosong lewat. Kebetulan satu perusahaan. Setelah bayar ongkos, aku pun melanjutkan perjalanan. Ternyata naek taksi bisa dioper juga ya. Kirain kopaja doang yang dioper..hehehe. Satu pengalaman luar biasa plus bikin jantungan. Kecelakaan pertama yang kualami. Semoga tak berulang kembali.

Flying to Jakarta

Alhamdulillah sampai juga di bandara. Aku langsung menuju masjid buat shalat Shubuh. Selesai shalat langsung menuju ke ruang tunggu pesawat. Hufff…bener-benr petualangan yang luar biasa. Dan aku pun terbang ke Jakarta. Hingga ku sadari bahwa aku berada di atas awan putih bak hamparan kapas empuk, serasa paling tinggi. Ya…mungkin aku memang belum diizinkan untuk berada di puncak tertinggi pulau Jawa, Mahameru. Tapi setidaknya, aku sudah bisa merasakan berada di atas awan.

Satu jam lima belas menit. Pesawat mendarat di bandara Soekarno-Hatta. Kembali ke Jakarta. Kembali bekerja dengan sejuta semangat baru melanjutkan hidup. Terimakasih saudari2ku…terimakasih banyak untuk petualangan kita. Sampai bertemu lagi di petualangan berikutnya…..- always miss u EW-

4 responses to this post.

  1. kapan2 ikut yah kalo ada jalan2 ke gunung.

    pertama kali kecelakaan? ck ck ck. sayah dong udah 3x *ga patut di banggain yah*

    heheheheh

    Reply

  2. wahh kapan yahh kesana….

    keren2 pak de jalan2nya……..

    Reply

    • Posted by nuradinugroho on May 4, 2009 at 12:22 PM

      rencanain dri sekarang bang Ridho…kirim undangan trus bulan madu deh di puncak Bromo…..gimana??? hehehe. Sekalian pre-wed disana juga…hihihi

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: